Final Report Management Trainee Indocement

Studi Desain Beton Ready Mix pada Proyek P-14

Studi Desain Beton Ready Mix pada Proyek P-14

Proyek pembangunan P-14 yang dimulai semenjak tahun 2013 lalu di Citeureup Bogor adalah proyek berskala besar dengan kapasitas produksi 10.000 ton per hari terak semen (clinker) dan diperkirakan mencapai 4,4 juta ton semen per tahun. Proyek ini ditopang oleh lebih dari 5.000 titik bored-pile hingga mencapai panjang total 100 km dengan volume beton 40.000 m3. Dalam proyek besar ini, bangunan yang berkaitan dengan konstruksi bangunan sipil dan struktur baja mendapat peranan yang sangat penting dalam menunjang segala infrastruktur yang berkaitan dengan produksi semen. Ada pun struktur baja mencapai berat total 37.000 ton serta beton sebagai bahan penyusun pondasi, bangunan, silo, dan infrastrutur lainnya mencapai volume total 125.000 m3.

Beton merupakan hasil pencampuran dari bahan penyusunnya dengan kadar yang telah diatur dalam suatu standar agar mencapai target spesifikasi yang dikehendaki. Di Indonesia telah ditetapkan standar pencampuran material beton yang tertuang dalam SNI 03-2834-2000 tentang 20150402_160721Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”. Pada laporan akhir ini penulis melakukan perhitungan desain campuran beton dengan mengacu pada standar tersebut untuk kemudian dibandingkan terhadap data concrete mix design yang digunakan oleh PT. PionirBeton Industri sebagai perusahaan pembuat beton ready mix dalam pembangunan proyek P-14. Hasil menunjukkan bahwa desain hasil perhitungan penulis mendekati perhitungan campuran beton PT. PionirBeton Industri yang telah disetujui.

Kata kunci :   Desain campuran beton, Beton siap-pakai (ready mix concrete), standar campuran beton.

***

Postingan saya tahun 2013 lalu mengulas tentang Tugas Akhir (Skripsi) yang membuat saya lulus dari kampus ITB dan mendapat gelar ST :v  Padahal sebenarnya konten yang dibahas pada karya tulis tersebut (let’s say) “hanya” membahas mengenai aspek hukum dari sistem manajemen K3 pada suatu proyek konstruksi sehingga dapat dikatakan kurang “berbau teknik” karena “ngga ada itungannya” :v

Kini telah hadir….  *jengjengjeeeeng* karya tulis yang lebih “mikir”, lebih “ngitung”, lebih “tebel”, lebih “ril”, dan lebih “teknik” :v :v :v Setidaknya dengan dibuatnya karya tulis ini menjadi pemuas batin pribadi bahwa “gw bener2 anak lulusan teknik”. Juga buat yang kemaren2 ngetawain skripsi gw karena “ngga teknik”, nih gw dah bikin “skripsi” yang “lebih teknik” :v

He laughs best, who laughs last

sekian.

Citeureup-Bogor, Maret 2015

Penyusun,

R.Muh. Birza Virgananda / NIK : 1410326

*Karya Tulis ini bisa ditemukan di perpustakaan PT. Indocement Tunggal Prakarsa tbk.

Proyek Pembangunan Plant#14 PT. Indocement Tunggal Prakarsa

oioi lagi

Waktu :

Juli – Agustus 2014

Peran :

Management Trainee PT. Indocement

Deskripsi:

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi semen dan menjadikan Indocement sebagai “World Largest Integrated Cement Plants”, PT. Indocement Tunggal Prakarsa membangun Plant ke 14 (P14) dengan kapasitas produksi 4,4 juta ton semen per tahun yang dimulai semenjak tahun 2013 lalu di Citeureup Bogor. Proyek ini Diharapkan selesai pada kuartal tiga tahun 2015.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada 22 Februari 2013 perseroan menandatangani perjanjian awal mengenai jasa penyediaan peralatan, konstruksi, dan pelaksanaan dengan PT. Sinoma Engineering Indonesia. Penandatanganan itu termaktub dalam Onshore Contract for Construction and Services for the P-14 Project No.257 / Agr-ITP / CTR / III / 13. Selain itu, Indocement telah menandatangani perjanjian dengan Tianjin Cement Industry Design & Research Institute Co. Ltd pada tanggal 25 Maret 2013 mengenai penyediaan peralatan, konstruksi dan pelaksanaan proyek P-14 ini dengan perkiraan pembiayaan sebesar Rp5,5 sampai Rp6,5 triliun.

Berdasarkan pernyataan Coorporate Secretary PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk., Sahat Panggabean, saat ini Indocement memiliki kapasitas 18,6 juta ton semen per tahun. Dari dua belas pabrik, sembilan pabrik berada di Citeureup Bogor dengan kapasitas 11,9 juta ton semen, dua pabrik berada di Palimanan Cirebon dengan kapasitas 4,1 juta ton, dan satu pabrik di Tarjun Kota Baru Kalimantan Selatan dengan kapasitas 2,6 juta ton semen.

Sebagai Management Trainee PT. Indocement Tunggal Prakarsa, pada Job Exposure 1, saya ditempatkan di Heidelberg Technology Center (HTC) sebagai Jr. Civil Engineer. Tidak banyak pengaruh yang saya berikan, namun setidaknya saya ditugasi untuk memberi masukan terkait “Codes and Standars of Civil Works” milik HTC agar bisa lebih terimplementasikan dalam konstruksi kaitannya dengan penyesuaian dengan kondisi lokal yang ada. Ini pertama kalinya saya kerja bersama ekspatriat dan presentasi dalam bahasa Inggris.

Relawan “Gerakan Sejuta Biopori untuk Bandung”

biopori

Waktu :

Desember 2013

Peran :

Relawan Kecamatan Panyileukan

Deskripsi:

Selagi masa penantian dapet kerjaan, sambil ngisi waktu luang, kebetulan diajakin temen2 gabung jadi relawan “gerakan sejuta biopori untuk bandung”. Bersama temen2 relawan lainnya yang berasal dari berbagai daerah di kota Bandung, kami membantu menyukseskan program Pak Ridwan Kamil ini kurang lebih selama sebulan waktu eksekusi. Ada pun peran yang saya lakukan adalah melakukan kontrol atas sosialisasi yang dilakukan di kecamatan Panyileukan dan memastikan agar eksekusi sampai ke tingkat RT. Diharapkan biopori yang telah dibuat dapat meminimalisir tingkat banjir cileuncang di Kota Bandung.

Feasibility Study Revitalisasi Pasar Sederhana Bandung

20140512_002631

Waktu :

Mei 2014

Peran :

Civil Engineer, Cost Estimator

Deskripsi:

Diajak Yorga bergabung dengan tim Ridwansyah Yusuf Achmad untuk mengestimasi biaya proyek revitalisasi pasar Sederhana Bandung ditinjau dari aspek konstruksi. Feasibility Study dilakukan untuk memperkirakan apakah proyek ini layak untuk dieksekusi oleh pemkot Bandung ataukah tidak. Pemkot Bandung saat itu adalah Pak Ridwan Kamil.

Tags : Analisis harga satuan, estimasi biaya konstruksi, kurva s, feasibility study.

Proyek Apartemen Taman Melati Jatinangor

IMG_20140719_204244 BXqgDUJCcAAyzpa.jpg large

Waktu :

Mei – Oktober 2013

Peran :

Scheduler

Deskripsi:

Diajak pak Irawan, PEM (Project Engineering Manager), untuk terlibat dalam pembangunan proyek ini sebagai scheduler . Sambil mengerjakan Tugas Akhir, saya bergabung bersama P.T. Adhi Karya untuk membuat master schedule dan memonitoring perkembangan pelaksanaan konstruksi harian. Hal ini dilakukan agar proyek berjalan tepat pada rencana waktu yang telah ditentukan. Pada proyek ini saya banyak belajar tentang software Microsoft Project.

Sipil Bangun Desa – Himpunan Mahasiswa Sipil ITB

sibeds sibeds again

Waktu :

Tahun 2012

 

Peran :

Koordinator Seminar dan Lokakarya Nasional SIBADES 2012. Mengundang FKMTSI (Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia) untuk membahas mengenai kesadaran mahasiswa dalam menginisiasi gerakan kerja sosial berbasis keilmuan tenik sipil dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.

 

Deskripsi :

BANDUNG, itb.ac.id — Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (HMS ITB) kembali mengadakan kegiatan Sipil Bangun Desa (SIBADES) di Desa Sukahaji Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat. Kerja sosial yang diikuti oleh 200 mahasiswa Teknik Sipil ITB ini berlangsung selama 5 hari berturut-turut pada Rabu hingga Minggu (19-23/12/12).

Memang bukan untuk yang pertama kalinya HMS ITB mengadakan kegiatan community development di beberapa desa di daerah Jawa Barat. Sebelumnya kegiatan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan di daerah Cipeundeuy, Pangalengan, Kabupaten Bandung pada tahun 2011. Pada tahun tersebut, HMS ITB membangun gedung sekolah tahan gempa.

Pada SIBADES tahun ini, Desa Sukahaji yang terpilih untuk menjadi tempat diadakannya kerja sosial tersebut. “Desa yang akan kami kunjungi dan perbaiki infrastrukturnya dipilih berdasarkan 6 faktor yaitu urgensi, kebutuhan masyarakat, aplikasi keprofesian, waktu, biaya, dan aksesibilitas,” ujar Adi Luhung (Teknik Sipil, 2009) yang akrab dipanggil Ahung, Ketua Badan Semi Otonom Sipil Bangun Desa HMS ITB.

Berdasarkan pemaparan Ahung, permasalahan yang dimiliki Desa Sukahaji adalah permasalahan kurangnya air bersih untuk warga setempat. Maka untuk menyelesaikan masalah tersebut proyek yang dilakukan selama SIBADES kali ini adalah membuat instalasi air bersih, mulai dari menara penampung air, instalasi pipa sepanjang 900 m, mesin pompa air, MCK, dan bak penampungan air. Instalasi tersebut dibangun secara gotong royong bersama 6 tukang yang dipekerjakan dan juga warga sekitar.

Kegiatan SIBADES ini tak hanya berfokus pada 5 hari kerja sosial, sebelumnya sebagian dari mahasiswa Teknik Sipil ITB telah melakukan perencanaan mengenai pembangunan instalasi air bersih di Desa Sukahaji ini dengan mengaplikasikan keilmuan Teknik Sipil yang didapatkan di bangku perkuliahan. Hingga akhirnya pada akhir bulan Oktober 2012 dimulailah pembangunan instalasi air bersih tersebut di Desa Sukahaji dengan acara peletakan batu pertama dan seminar untuk masyarakat sekitar yang dihadiri juga oleh instansi pemerintahan setempat. Proyek di Desa Sukahaji ini ditargetkan akan selesai pada akhir Bulan Januari 2013.

“Acara ini diharapkan kedepannya tetap berkelanjutan dan untuk warga di sana yang telah diberikan bantuan, mudah-mudahan dengan adanya bantuan yang diberikan tidak membuat mereka manja tapi bisa memacu masyarakat untuk memajukan (daerah, red) mereka sendiri,” tutup Ahung.

 
Oleh: Shabrina Salsabila

Proyek Stadion Utama Sepak Bola Gede Bage

gedebagemaket

Waktu :

Juni – Juli 2011 

Peran :

Kerja Praktik, Quality Control. Bersama P.T. Adhi Karya memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan metode yang benar dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Deskripsi:

Kota Bandung memiliki organisasi persatuan sepakbola yaitu PERSIB. Selama ini, PERSIB tidak memiliki stadion sendiri untuk mereka bertanding sehingga seringkali meminjam stadion Jalak Harupat yang merupakan homebase dari PERSIKAB. Oleh karena itu, Walikota Bandung, Dada Rosada, menginginkan PERSIB memiliki homebase sendiri sehingga dibangunlah Stadion Utama Sepakbola Gedebage.

Stadion yang dibangun di atas lahan seluas 24,5 Ha ini terletak di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Bandung. Lokasi proyek ini berada di sebelah jalan tol Purbaleunyi pada kilometer ke 150. Tugas pembangunan stadion utama ini diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya dengan tahun anggaran 2009-2011. Melalui proses procurement, Pemerintah Kota Bandung menetapkan PT. Adhi Karya sebagai Kontraktor Utama. Sedangkan untuk menjalankan tugas sebagai Manajemen Konstruksi, Pemerintah Kota Bandung menunjuk PT. Indah Karya. Pemerintah Kota Bandung juga menunjuk PT. Arkonin dan PT. Penta Architecture sebagai Konsultan Perencana.

Konsep dasar dari desain gedung stadion utama gedebage ini yaitu memadukan fungsi antara fasilitas olahraga dengan fasilitas kesenian dan kebudayaan (Convention / Concert Hall) dalam rangka menciptakan kemandirian pembiayaan operasional stadion. Untuk desain gedung, akan dipasang atap yang menyerupai alat musik tabuh khas Sunda, kendang. Atap kendang itu akan menutupi tribun utama yang berada di bagian barat stadion. Dengan begitu, penonton yang duduk di bawah atap kendang tentunya akan merasa nyaman karena tak akan terkena hujan maupun sengatan matahari.

Pada proyek pembangunan SUS Gedebage ini, tipe kontrak yang digunakan adalah lumpsum dengan jumlah harga pekerjaan secara keseluruhan adalah sebesar Rp545.454.430.000,00 (sudah termasuk pajak), yang dibebankan pada APBD Kota Bandung Tahun Anggaran 2009-2011 DPA SKPD kegiatan Pembangunan Stadion Utama Sepakbola di Gedebage Bandung. Akan tetapi berbeda dengan pekerjaan lain pada umumnya, untuk pekerjaan tiang pancang dan timbunan diberlakukan harga unit price.